Pasien Sembuh Covid-19 Tak Perlu Tes Swab PCR, Tapi Ada Syaratnya

Pasien Sembuh Covid-19 Tak Perlu Tes Swab PCR, Tapi Ada Syaratnya – Juru bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito, menjelaskan saat ditanya soal kriteria pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh.

Bahwa Pasien yang dinyatakan sembuh dari infeksi Covid-19 tidak perlu dilakukan tes usap (swab test) dan boleh pulang ke rumah.

Wiku menyatakan demikian dengan merujuk Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Nomor HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman dan Pengendalian Covid-19.

“Secara umum, indikasi seseorang sembuh ialah dengan hilangnya gejala yang sebelumnya diderita,”

Wiku menerangkan, setiap orang yang terinfeksi virus Covid-19 memiliki perbedaan waktu tempuh untuk sampai kepada tahapan sembuh.

Namun katanya, ada waktu baku yang menjadi patokan dalam menetapkan pasien Covid-19 sembuh dari infeksi virus.

“10 hari diisolasi dan 3 hari tanpa gejala,” papar Wiku.

Setelah melewati masa tersebut, Ketua Tim Pakar Satgas Penanganan Covid-19 ini memastikan pasien Covid-19 bisa dinyatakan sembuh, dengan catatan gejala yang selama perawatan dialaminya sudah tidak ada.

“Tidak perlu dilakukan swab ulang,” pungkas Wiku menegaskan.

Selama tiga hari belakangan, kasus sembuh Covid-19 mengalami peningkatan secara berturut-turut. Di mulai dari Sabtu (17/7) sebanyak 27.903 kasus, Minggu (18/7) sebanyak 29.264 kasus, dan Senin (19/7) sebanyak 32.217 kasus.

Namun, sejumlah pihak memprotes angka testing Covid-19 yang menurun dalam kurun waktu yang sama, dan membuat kasus positif Covid-19 ikut melandai.

Tercatat, pada hari Sabtu angka kasus positif yang ditemukan sebanyak 51.952 kasus, dari jumlah pemeriksaan 188.551 orang dengan spesimen yang diambil 251.392 sampel.

Sedangkan pada hari Minggunya terjadi penurunan. Angka kasus positif tercatat sebanyak 44.721 kasus dari pemeriksaan 138.046 orang dengan spesimen yang diambil 192.918 sampel.

Adapun pada hari Senin kemarin angka kasus positif Covid-19 tercatat bertambah sebanyak 34.257 orang, dari 127.461 orang yang diperiksa dan jumlah spesimen yang diambil 160.686 sampel.

Wiku pun sudah membantah terkait anggapan pengurangan jumlah testing Covid-19 yang disampaikan sejumlah pihak.

Katanya, terdapat beberapa kemungkinan yang menyebabkan jumlah spesimen yang diperiksa turun jumlahnya.

“Seperti penurunan testing di akhir pekan atau delay input yang berasal dari laboratorium ke dalam sistem data,” ujar Wiku dalam jumpa pers virtual yang disiarkan kanal Youtube Sekretariat Presiden, Selasa (20/7).

Juru bicara Satuan Tugas Penganganan Covid-19 Reiso Broto Asmoto juga menjelaskan perlunya berkonsultasi pada tenaga medis menurut Reisa perlu dilakukan karena dikhawatirkan pasien dapat mengalami long covid, atau sisa gejala yang masih ada setelah seseorang pulih.

Sementara, kondisi yang sudah dianggap sembuh yakni tubuh lebih segar , fit, tidak mengalami batuk atau pun demam. Akan tetapi ia juga mengingatkan agar pasien tetap berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di puskesmas terdekat untuk lebih memastikan keadaannya.

About Faisal

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

Maia Estianty Bongkar Sifat Mulan Jameela Selama Jadi Rekan Duet, Puji Sifat Profesional

Penelitian: Ini Penyebab Orang Cerdas Susah Mendapat Pasangan

matamata.com Ada banyak alasan kenapa seseorang jomblo, apalagi memilih pasangan bukanlah hal yang gampang. Sebagian …