Perusahaan Startup Indonesia Mulai Membidik Investor

Perusahaan Startup Indonesia Mulai Membidik Investor – Pesatnya pertumbuhan teknologi telah memunculkan banyak industri untuk mengembangkan bisnisnya di ekosistem digital. Oleh karena itu, dengan munculnya startup, mereka juga saling bersaing untuk menjadi yang teratas. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerjanya adalah dengan mendapatkan sumber pendanaan baru melalui sistem Initial Public Offering (IPO).

IPO adalah proses menawarkan saham baru kepada publik di pasar terbuka. Melalui penawaran ini, perusahaan dapat memperoleh modal dari investor publik. Perusahaan yang telah melalui proses IPO tidak lagi dimiliki oleh individu, tetapi oleh investor publik.

Esa Soeryaningrum, Direktur Program Institute for Development Economics and Finance (INDEF) dan dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Diponegoro, mengatakan keputusan perusahaan untuk go public memiliki tujuan yang berbeda. Selain untuk memperbaiki posisi keuangan, dana tersebut juga dapat digunakan untuk mempercepat ekspansi pertumbuhan perusahaan.

“Selain itu, IPO tidak hanya meningkatkan kredibilitas perusahaan, tetapi juga dapat menjadi alat pemasaran bagi perusahaan. Dengan go public, nilai perusahaan akan meningkat secara signifikan di masa depan, seiring dengan harga sahamnya,” kata Issa kepada Tempo pada 5 Mei 2021.

Tokopedia merupakan salah satu startup yang saat ini sedang bersiap untuk go public di bursa. Perusahaan teknologi Indonesia itu berencana melakukan dual listing di Indonesia dan Amerika Serikat. Selama lebih dari setahun, Tokopedia mempromosikan EBITDA positif agar bisa segera masuk ke Bursa Efek Indonesia (BEI).

Menanggapi pengaturan ini, Issa mengatakan ini adalah langkah yang tepat. Melalui proses IPO, Tokopedia dapat menambah modal untuk mendukung ekspansi bisnisnya di masa depan, “Namun, IPO ini lebih baik bagi investor lokal, karena Tokopedia akan semakin mendukung penjualan produk lokal,” katanya.

Esa menjelaskan, ada beberapa tahapan yang perlu disiapkan Tokopedia saat melakukan IPO. Beberapa hal tersebut antara lain memperoleh persetujuan dari para pemangku kepentingan dan mempersiapkan penjamin emisi untuk melakukan penawaran umum perdana, mengajukan permohonan pencatatan saham di BEI dan pernyataan pendaftaran kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta ringkasan prospektus dan prospektus publik. eksposur pada saat OJK mengeluarkan pernyataan publik.

“Selanjutnya, perusahaan dapat menawarkan saham publik untuk menjual saham di pasar terbuka, setelah OJK mengumumkan bahwa pernyataan pendaftaran perusahaan akan berlaku. BEI akan memberikan persetujuan dan mengumumkan pencatatan saham perusahaan beserta simbol saham untuk saham terkait. tujuan selanjutnya, investor dapat memperdagangkan saham perusahaan dengan investor lain melalui perusahaan efek yang menjadi anggota bursa yang tercatat di BEI.

Esa juga mengklarifikasi bahwa peluang modal yang signifikan yang dimiliki Tokopedia setelah dirilis ke publik akan berdampak pada Tokopedia untuk beroperasi dengan kualitas yang optimal. Hal ini juga akan berdampak pada kontributor peningkatan penjualan karena peningkatan kredibilitas Tokopedia.

Esa mengungkapkan, persiapan yang dilakukan Tokopedia untuk IPO-nya bagus untuk ditiru oleh startup lain. Tidak hanya untuk mencari keuntungan tetapi juga dalam rangka pencapaian visi dan misi perusahaan dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional. “Sudah saatnya startup di Indonesia mengembangkan bisnisnya melalui IPO untuk ekspansi,” ujarnya. (*)

About Faisal

Semakin keras kamu bekerja untuk sesuatu, semakin besar perasaanmu saat mencapainya

Check Also

Maia Estianty Bongkar Sifat Mulan Jameela Selama Jadi Rekan Duet, Puji Sifat Profesional

Ini Dia Alasan Mengapa Digital Marketing Agency Dibutuhkan Bagi Bisnis

Apakah kamu sedang memulai sebuah bisnis? Lalu mungkin mendengar istilah marketing agency. Lalu kamu bertanya …